SELAMAT DATANG DIKOMUNITAS BELAJAR
Tampilkan postingan dengan label FAGAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAGAR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

FAGAR (Forum Aliansi Guru dan Karyawan)

KESABARAN ADA BATASNYA

Oleh : Ade Yusup S.Pd.I

Assalamu'alaikum Wr.Wb
disini saya mencoba untuk memaparkan kembali dari apa yang pernah disampaikan oleh ketua kita pada saat orasi kejakarta dengan tujuan untuk sekedar mengingatkan rekan semua tentang janji pemerintah.
JAKARTA - Para guru hononer berharap pemerintah harus lebih memperhatikan nasib guru, khususnya para guru honorer. Sebab, secara matematis, tak mungkin seorang guru honorer mampu memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dengan mengandalkan upah yang sangat kecil.
"Sudah terlalu lama pemerintah tidak menjadikan permasalahan guru sebagai hal yang patut diprioritaskan," kata Saefulloh, Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Sukarelawan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin, 20 Februari 2012 di Jakarta, saat acara demonstrasi di depan Istana Negara.
Saefulloh, yang telah 20 tahun menjadi guru honorer di SMPN 1 Karang Tengah, Garut, Jawa Barat, mengaku dipaksa bertahan hidup dengan upah yang jauh dari kata layak. Umumnya, kata dia, upah yang diterima para guru honorer di Provinsi Garut hanya berkisar ratusan ribu rupiah. "Upah guru honorer antara seratus ribu, dan yang tertinggi hanya tiga ratus ribu sebulan. Tentu tidak cukup," kata Saefulloh. Diberitakan sebelumnya, ribuan guru honor berunjuk rasa untuk menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Guru Honorer.
Saefulloh menambahkan bahwa ia bersama seluruh guru honorer lainnya bertekad akan terus bertahan di lokasi unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi. Alasannya, kata Saefulloh, para guru honorer telah kehilangan banyak kesabaran dari saat pertama kali PP tersebut dicetuskan pada Januari 2011.


Penulis : Indra Akuntono | Senin, 20 Februari 2012 | 11:52 WIB
c07-20022012 Ribuan guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2/2012). Dalam aksinya, mereka menuntut Presiden RI segera menandatangani Peraturan Pemerintah Tentang Pengangkatan Guru Honorer.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para guru hononer berharap pemerintah harus lebih memperhatikan nasib guru, khususnya para guru honorer sebab secara matematis, tak mungkin seorang guru honorer mampu memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dengan mengandalkan upah yang sangat kecil.
Hal itu dikatakan Saefulloh, Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Sukarelawan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dikatakannya, sudah terlalu lama pemerintah tidak menjadikan permasalahan guru sebagai hal yang patut diprioritaskan.
Saefulloh, yang telah 20 tahun menjadi guru honorer di SMPN 1 Karang Tengah, Garut, Jawa Barat, mengaku dipaksa bertahan hidup dengan upah yang jauh dari kata layak.. Umumnya, kata dia, upah yang diterima para guru honorer di Provinsi Garut hanya berkisar ratusan ribu rupiah.
"Upah guru honorer antara seratus ribu, dan yang tertinggi hanya tiga ratus ribu sebulan. Tentu tidak cukup," kata Saefulloh saat ditemui Kompas.com di lokasi unjuk rasa guru honorer di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2/2012). 
Diberitakan sebelumnya, ribuan guru honor berunjuk rasa untuk menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Guru Honorer.
Ditambahkannya, ia bersama seluruh guru honorer lainnya bertekad akan terus bertahan di lokasi unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi. Alasannya, kata Saefulloh, para guru honorer telah kehilangan banyak kesabaran dari saat pertama kali PP tersebut dicetuskan pada Januari 2011.
"Kami sudah cukup sabar. Sejak setahun lalu dijanjikan PP akan ditandatangani pada Desember 2011, kemudian mundur ke Januri 2012. Tetapi sampai hari ini belum juga terealisasi. Kami optimistis. Kami akan tidur di sini sampai PP itu ditandatangani," ungkapnya.
Dijelaskan olehnya, PP tentang Pengangkatan Guru Honorer itu akan mengatur mekanisme pengangkatan guru honorer di seluruh Indonesia. Karena sampai saat ini, nasib guru honorer tidak pernah jelas soal kapan dan bagaimana mekanisme pengangkatannya.
"Nasib kami akan seperti apa, belum jelas. Apakah otomatis diangkat atau melewati tes. Itulah mengapa kami mendesak Presiden segera menandatangani PP tersebut," pungkasnya.

SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU (SPMB)

  PENGUMUMAN PENERIMAAN SISWA MURID BARU (PSMB) TAHUN PELAJARAN 2025/2026 SEKOLAH DASAR NEGERI 3 PAKUWON Assalamu'alaikum Warahmatullahi...